Rabu, 25 Januari 2012

Biografi Muhammad Alwi Dahlan


Muhammad Alwi Dahlan (lahir di Padang, Sumatera Barat, 15 Mei 1933; umur 78 tahun) adalah salah seorang tokoh politik Indonesia. Sebelum diangkat sebagai Menteri Penerangan dalam kabinet terakhir yang dipimpin oleh Presiden Soeharto (Maret-21 Mei 1998), ia pernah menjabat sebagai Asisten Menteri Negara bidang Keserasian Kependudukan dan Lingkungan, dan Bidang Kependudukan, di Kementerian Lingkungan Hidup (1979-1993) serta Kepala BP-7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) (1993-1998). Pada 5 Juli 1997, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

Pendidikan

Alwi Dahlan adalah putra Dahlan Sjarif Datuk Djundjung, seorang bupati pada kantor Gubernur Sumatera Tengah. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Padang, lalu melanjutkan ke Bukittinggi. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya, ia masuk ke Fakultas Ekonomi UI, Jakarta. Ia berangkat ke AS pada 1958 sebelum sempat menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi, karena ia diundang oleh Organisasi Nasional Mahasiswa AS (US National Student Association) dalam posisinya sebagai aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Pada tahun 1961 ia menyelesaikan studi S-1nya di American University, Washington, DC dan memperoleh gelar BA. Ia melanjutkan studinya ke Universitas Stanford dan mengambil gelar Master of Arts (MA) dalam bidang ilmu komunikasi pada 1962. Pada 1967 Alwi meraih gelar doktor dalam ilmu komunikasi dari Universitas Illinois di kota Urbana, Amerika Serikat, dan menjadi orang Indonesia pertama yang memiliki gelar doktor dalam bidang tersebut.

Selama belajar di AS itu, Alwi harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keuangannya. Misalnya, ia pernah bekerja sebagai penjaga malam di gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington, DC.

Pengarang

Alwi Dahlan yang masih merupakan kemenakan dari Usmar Ismail, tokoh perfilman Indonesia, memiliki kegemaran menulis dan mengarang. Pada usia 16 tahun ia sudah aktif mengarang, antara lain, cerita pendek di mingguan nasional "Mimbar Indonesia" dan majalah "Kisah" terbitan Jakarta. Ketika duduk di bangku SMP, Alwi menerbitkan koran sekolahnya. Alwi pun menjadi koresponden untuk majalah "Siasat" dan mengisi rubrik kebudayaan "Gelanggang" di majalah tersebut. Di bangku SMA ia menulis rangkaian reportase perjalanan kaki menjelajahi pedalaman Alas, Gayo, dan Aceh untuk "Siasat". Ia pun aktif menulis dalam "Zenith", sebuah majalah kebudayaan yang diterbitkan oleh "Mimbar Indonesia".

Di Universitas Indonesia, Alwi mengembangkan kegiatan penulisannya dalam penerbitan kampus; ia menjadi pemimpin redaksi Majalah "Forum" dan "Mahasiswa". Pada 1958, bersama teman-temannya, Emil Salim, Teuku Jacob, Koesnadi Hardjasoemantri, dan Nugroho Notosusanto, ia mendirikan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia.

Selama periode 1953-1958, Alwi sempat menulis sembilan skenario film, a.l., "Tiga Dara". "Harimau Tjampa", film yang ditulisnya sebagai skenario berdasarkan cerita asli Usmar Ismail, memperoleh penghargaan Festival Film Indonesia I sebagai skenario film terbaik. Ia juga memperoleh penghargaan dari Festival Film Asia Pasifik untuk balada pengiring yang memakai teknik randai Minang untuk film Usmar "Tamu Agung". Film "Jenderal Kancil" yang dikerjakan oleh Usmar Ismail dan dibintangi oleh Achmad Albar, dibuat berdasarkan buku cerita anak-anak karangan Alwi Dahlan yang berjudul "Pistol si Mancil", terbitan Balai Pustaka.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Theo L. Sambuaga


Drs. Theo L. Sambuaga (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 6 Juni 1949; umur 62 tahun) adalah anggota DPR dan mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan.

Pendidikan

Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia (1978)
School of Advanced International Studies (SAIS), John Hopkins University, Washington DC, Amerika Serikat (1989)
Lemhanas KSA IV (1994)

Pengalaman Organisasi

Ketua Umum Ikatan Siswa SMAN I Manado
Pimpinan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di Sulawesi Utara (1967)
Wakil Ketua Umum Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Indonesia (1973-1974)
Pimpinan Pusat GMNI (1970-1976)
Sekretaris Jenderal DPP KNPI (1981-1984)
Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia AMPI (1984-1989)
Anggota Dewan Penasehat Asian Youth Council (AYC) (1987-1992)
Ketua Kelompok Kerja (POKJA) Departemen Hubungan Luar Negeri dan Cendekiawan (1984-1993)
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar (1993-1998)
Ketua DPP Partai Golkar (1998 – sekarang)
Ketua Pengurus Pusat Badan Informasi Komunikasi (BIK) Partai Golkar (hingga sekarang)

Pengalaman Kerja

Anggota DPR/MPR-RI mewakili Golongan Pemuda (1982)
Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Karya Pembangunan dari Jawa Timur (1987-1997)
Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Karya Pembangunan dari Sulawesi Utara (1997-1998)
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) (1987-1990)
Wakil Ketua Komisi I DPR-RI (1990-1994)
Ketua BKSAP (1994-1997)
Ketua Fraksi Karya Pembangunan (FKP DPR-RI) (1997)
Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Pembangunan VII (1998)
Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
Ketua Panitia Ad Hoc (PAH) I Badan Pekerja MPR-RI
Ketua Komisi A Sidang Umum MPR-RI 1999 yang menghasilkan GBHN 1999-2004
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR (1999 – hingga sekarang)
Ketua Working Committee AIPO ke-17 di Bali (1997)
Ketua Delegasi DPR-RI ke Konferensi Parlemen tentang Pariwisata di The Hague, Belanda (1989)
Ketua Delegasi DPR-RI ke Konferensi IPU di Kopenhagen, Denmark (1994), Madrid, Spanyol (1995), Bucharest, Rumania (1995), Istambul, Turki (1996), Beijing, RRC (1996), Seoul, Korea Selatan (1997), Kairo, Mesir (1997)
Ketua Delegasi DPR-RI ke Sidang Umum Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) V di Vancouver, Kanada (1997)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Muladi


Prof. Dr. Muladi SH (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Mei 1943; umur 68 tahun) Dia adalah Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional terlama (2005-2011). Selain itu dia juga pernah menjabat sebagai Rektor di Universitas Diponegoro.

Muladi adalah anak seorang polisi ini sebenarnya asli Jawa Timur. Orang tuanya yang pindah tugas membawanya tinggal di Semarang. Sebelum aktif di dunia politik, ia berkarir di Universitas Diponegoro sebagai dosen, sewaktu masih menjadi mahasiswa dia juga pernah menjadi komandan WaLaWa atau sekarang disebut Resimen Mahasiswa. Ia datang ke Jakarta ketika menjadi anggota MPR-RI pada tahun 1997. Setelah itu ia dan keluarganya tinggal di Jakarta. Ketika dirinya tak lagi menjadi menteri ia aktif di sebuah LSM yang dibentuk mantan Presiden B.J. Habibie, The Habibie Center di Jakarta. awal tahun 2005, Muladi meninggalkan almamater yang dicintainya dan menanggalkan statusnya sebagai pegawai negeri. Keinginannya untuk berbuat banyak bagi bangsa membawanya kembali ke kancah politik. Ia merasa optimis dengan kepemimpinan Jusuf Kalla dan ketika terpilih sebagai salah satu ketua partai Golongan Karya (Golkar), ia mengajukan pensiun dini. Selanjutnya Muladi diangkat menjadi Gubernur Lemhanas pada tanggal 30 Agustus 2005.

Pendidikan

Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (S1) (1968)
International Institute of Human Rights di Strasbourg, Perancis (1979).
Ilmu Hukum Program Pascasarjana FH Universitas Padjajaran, Bandung (S3) (1984) dengan predikat Cumlaude

Karier

Rektor dan Guru Besar Universitas Diponegoro
Anggota Komnas HAM
Menteri Kehakiman (Menkeh) Kabinet Pembangunan VII (1998), dan Kabinet Reformasi Pembangunan merangkap Mensekneg (1998-1999)
Ketua Institute for Democracy and Human Rights di The Habibie Center, Jakarta
Gubernur Lemhanas (2005-2011)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Bob Hasan


Mohammad (Bob) Hasan (lahir di Semarang tahun 1931) adalah pengusaha dan pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan merupakan warga Indonesia keturunan Tionghoa. Ia memeluk agama Islam. Nama lainnya adalah The Kian Seng. Sejak kecil beliau diasuh sebagai anak oleh Jenderal Gatot Subroto.

Namanya mencuat karena berbisnis kayu-kayuan yang ditebangnya dari hutan-hutan tropis.

Bob Hasan juga pernah menjadi ketua PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), dan IAAF (International Associations of Athletic Federation).

Ia pernah diberi penghargaan prestisius Kalpataru pada tahun 1997 sementara oleh orang lain ia dituduh merusak lingkungan hidup. Sekarang ia sedang menjalani hukumannya di penjara Nusakambangan.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi A. M. Hendropriyono


Abdullah Makhmud Hendropriyono atau A.M. Hendropriyono (lahir di Yogyakarta, 7 Mei 1945) adalah Kepala Badan Intelijen Negara pada Kabinet Gotong Royong. Beliau adalah lulusan Akademi Militer Nasional Magelang angkatan tahun 1967.

Pada pertengahan April 2010, dia menjadi komisaris di PT Carrefour Indonesia.

Karier

2001-2004 - Kepala Badan Intelijen Negara
1998-1999 - Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) Kabinet Reformasi Pembangunan
1998 - Menteri Transmigrasi/PPH Kabinet Pembangunan VII
1996 - Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan
1994 - Komandan Kodiklat TNI AD
1993 - Panglima Kodam Jakarta Raya
1990 - Direktur Badan Intelijen Strategis
1987 - Danrem 043 Garuda Hitam Lampung
1985 - Asisten Intelijen Kodam Jaya

Lain-lain

1994 - 1998 - Ketua KTI (Komisi Tinju Indonesia)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Wiranto Arismunandar


Prof Ir Wiranto Arismunandar (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 19 November 1933; umur 78 tahun) adalah Rektor Institut Teknologi Bandung masa jabatan tahun 1988-1997 dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Ia merupakan kakak dari mantan Pangkostrad dan mantan Ketua KONI, Wismoyo Arismunandar.

Pendidikan

Sarjana, Fakultas Teknik Mesin, Universitas Indonesia, 1959
Master of Science, Mechanical Engineering, Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat, 1960
Post-graduate study sebagai research associate, Department of Mechanical Engineering, Universitas Stanford, California, Amerika Serikat, 1961-1962

Karier

Guru Besar Termodinamika ITB (1973)
Wakil Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (1978-1989)
Rektor ITB (1988-1997)
Ilmuwan Senior Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (sejak 1989)
Penasihat Ahli PT. Dirgantara Indonesia (sejak 1989)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (1998)

Kehidupan Pribadi

Wiranto Arismunandar menikah dengan Sekarningroem Jooce, dikarunianya 6 orang anak, yaitu : Roy Indiarto, Stefina, Savarina, Mira Mirana, Ariati, dan Budiarto.

Penghargaan

Satyalancana Dwidya Sistha (1968, 1983, 1989, 1992)
Satyalancana Karya Satya Kelas I (1990)
Bintang Jasa Utama (1998)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Faried Anfasa Moeloek


Farid Anfasa Moeloek (lahir di Liwa, Lampung Barat, Lampung, 28 Juni 1944; umur 67 tahun) adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan.

Keluarga

Keluarga Moeloek merupakan salah satu dinasti dokter sukses di Indonesia. Istrinya Nila Djuwita Anfasa Moeloek hampir duduk sebagai Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Ayahnya, dr H. Abdul Moeloek yang berasal dari Padangpanjang, Sumatera Barat, mengelola rumah sakit di Tanjung Karang, Lampung. Adiknya Nukman Moeloek, menjadi salah seorang guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Pendidikan

FK UI, Jakarta (1970)
Spesialisasi Kebidanan/Kandungan di FK UI (1976)
Kursus WHO dalam Fertility Management dan Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak di Singapura (1977)
Ilmu Kebidanan di University Johns Hopkins, Amerika Serikat (1979)
Pendidikan Lanjutan Operasi Endoskopi dalam Sterilisasi dan Infertilitas di Jerman Barat (1980)
Doktor dalam Ilmu Kebidanan dan Ginekologi-Cum Laude FK UI (1983)
Guru Besar FKUI (1994)

Karier lainnya

Dosen di FK UI (1971-sekarang) Dosen Pascasarjana bagian Obstetri dan Ginekologi FK UI
Kepala Subbagian Kesehatan Reproduksi Klinik Raden Saleh
Deputi Direktur Bidang Akademik, Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1990-1996
Direktur Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1996-1998
Menteri Kesehatan RI Kabinet Pembangunan VII
Menteri Kesehatan RI Kabinet Reformasi Pembangunan
Anggota MPR RI (1999)

Kegiatan Profesi Masa Lampau

Ketua Eksekutif, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PB POGI)
Ketua Umum, Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI)
Ketua, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Jakarta Chapter
General Chairman, of the VIII World Congress on Human Reproduction and IV World Conference ob Fallopian Tube in Health and Disease in Bali, 4-6 April 1993
Ketua Umum, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI-IMA), (2003 – 2006)
Berperan aktif dalam penyelesaian Rumah Sakit Umum Liwa, Lampung Barat, 1998
Berperan aktif dalam penyelesaian pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Lampung (Unila), 1998-sampai saat ini
Ketua Penanggung Jawab, Ketua Pengarah Tim Pemeriksaan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (2004)
Tim Penilai Independen Pengendalian Dampak Lingkungan, Menteri Negara Lingkungan Hidup (2006—2008)
President, Medical Association of South East Asia Nation / Masean Council (2003 – 2006)

Keanggotaan kehormatan

Honorary Member of International Society on Human Reproduction
Honorary Member of Society on Fallopian Tube in Health and Disease

Penghargaan dan tanda kehormatan

Bintang Republik Indonesia Maha Putra Adipradana (1999)
Satyalancana Karya Satya Republik Indonesia XXX Tahun (2002)
Penghargaan Adi Satya Utama dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (1996)
Penghargaan 'Prof Mohtar Award' dalam bidang Ilmiah dan Riset, dari Indonesian Public Health Association (IAKMI) (2007)
Penghargaan Bina Ekatama dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) (2002)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com