Jumat, 06 Januari 2012

Biografi Sujudi


Prof. Dr. Sujudi (lahir di Bogor, Jawa Barat, 8 September 1930 – meninggal di Jakarta, 23 Juni 2007 pada umur 76 tahun) adalah Menteri Kesehatan Indonesia dari 17 Maret 1993 hingga 16 Maret 1998.

Dari tahun 1966 hingga 1979 Sujudi merupakan Kepala Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Ia kemudian menjadi rektor Universitas Indonesia pada tahun 1985-1994. Antara penghargaan yang pernah ia peroleh adalah Bintang Mahaputra Adipradana pada tahun 1996 dan Soka University Award of Highest Honor dari Universitas Soka, Jepang.

Ia meninggal pada tanggal 23 Juni 2007 akibat serangan jantung. Saat meninggal, ia menjabat sebagai guru besar emeritus Bagian Mikrobiologi FKUI dan merupakan sesepuh Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang serta Ketua Transfusi Darah dan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia. Selain itu, ia juga sedang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Millenium Pharmacon Internasional, anggota Dewan Penasihat Komite Kemanusiaan Indonesia, dan Komisaris Utama PT Kosala Agung Metropolitan. Ia meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan enam cucu dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Tarmizi Taher


Dr. Tarmizi Taher (lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Oktober 1936; umur 75 tahun) adalah Menteri Agama Indonesia periode 1993 sampai dengan 1998.

Karier

Setelah menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga Surabaya, dia meniti karier pada TNI AL dan pensiun dengan pangkat Laksamana Muda. Jabatan yang pernah diembannya di lingkungan militer termasuk sebagai Perwira Kesehatan di KRI Irian, Juru Bicara Fraksi ABRI di MPR, Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI AL dan Kepala Pusat Pembinaan Mental ABRI. Selain itu dia adalah lulusan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI AL dan sempat mengenyam pendidikan pada US Navy di bidang kesehatan. Selepas karier militer, ia kemudian ditugaskan sebagai Sekjen Departemen Agama Republik Indonesia selama 5 tahun, sebelum diangkat sebagai Menteri pada tahun 1993. Selama menjabat Menteri Agama Republik Indonesia, dua inisiatif penting yang beliau laksanakan adalah pengembangan Siskohat (sistem komputerisasi haji terpadu) dan pembentukan Dana Abadi Umat (DAU).

Sesudah meninggalkan posisi menteri, dia sempat diangkat untuk beberapa posisi lain, termasuk sebagai Duta Besar untuk Norwegia dan Islandia. Pada saat ini ia menjabat sebagai ketua umum pimpinan pusat Dewan Masjid Indonesia dan rektor pada Universitas Islam Az-zahra di Jakarta. Dia dianugerahi Doktor Honoris Causa di bidang dakwah oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Ibrahim Hassan


Ibrahim Hassan (lahir di Lampoh Weng, Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, 16 Maret 1935 – meninggal di Jakarta, 20 Januari 2007 pada umur 71 tahun) adalah salah satu mantan Menteri Negara Urusan Pangan/Kabulog dan Gubernur Aceh periode 1986 - 1993. Ia juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Syiah Kuala periode 1973 dan 1982.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Haryono Suyono


Haryono Suyono, Ph D (lahir di Pacitan, Jawa Timur, 6 Mei 1938; umur 73 tahun) adalah Menko Kesra Kabinet Reformasi Pembangunan. Selain itu ia dikenal sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang terkenal dengan program Keluarga Berencana di era Presiden Soeharto.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi Hayono Isman


Hayono Isman (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 25 April 1955; umur 56 tahun adalah politisi senior dan juga aktif di organisasi kemasyarakatan, parpol, lembaga eksekutif (pemerintahan), maupun legislatif (DPR).

Ia telah dua kali menjadi anggota DPR, yakni periode 1987-1992 dan 1992-1993. Saat itu, dia menjadi anggota DPR dari Fraksi Karya Pembangunan (Golkar).

Pada Pemilu 2009, melalui Partai Demokrat, ia terpilih kembali menjadi anggota dewan terhormat untuk masa bakti 2009-2014 melalui daerah pemilihan (dapil) DKI Jaya I (Jakarta Timur).

Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) ini bertekad membawa perubahan di Senayan, yakni menjadi parlemen yang merakyat serta bersih dari korupsi dan skandal.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, ia mendorong percepatan keberhasilan reformasi dan keberhasilan Indonesia menjadi negara maju melalui pembangunan budaya unggul (culture of excellence) dan peradaban yang mulia.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Biografi T.B. Silalahi


Tiopan Bernhard Silalahi (T.B. Silalahi) (lahir di Pematangsiantar, 17 April 1938; umur 73 tahun) adalah mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VI. Lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1961 ini memiliki jabatan terakhir di militer adalah Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal, tahun 1988. Selanjutnya dikaryakan sebagai Sekjen Departemen Pertambangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993-1998).

Pengabdian di bidang militer diawali sebagi Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat (1962),Wadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan (1963-1965) bersamaan dengan operasi Dwikora. Danyonkav 8 Tank Kostrad (1972), ke Timur Tengah sebagai pasukan PBB pada perang Oktober 1973 antara Israel dan Mesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo. Dosen Sesko AD (1974), Asops Kasdam XVI Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam IV Diponegoro (1984) dan Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAD (1986) dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Sejalan dengan penugasannya, TB Silalahi memanfaatkan waktunya dengan mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung sampai sarjana muda (1968) dan mendapatkan S1 pada Sekolah tinggi Hukum Militer dengan predikat Cumlaude (1995). Atas prestasinya dalam bidang pemerintahan dan sosial, ia beroleh gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta, 8 agustus 1996 di Manila, Filipina. Karier militernya dilanjutkan dengan tugas karya sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi (1988). Pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1993), Kabinet pembangunan VI, Ia mendapat kepercayaan menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal TNI. Tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat TB Silalahi menjadi penasehat presiden yang kemudian pada tahun 2006 menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan pada tahun 2007 diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.

TB Silalahi adalah pendiri dan anggota Dewan Pembina Yayasan Soposurung yang mendirikan dan mengelola sebuah sekolah unggulan di Balige, Sumatera Utara. Menurunnya mutu pendidikan di Bonapasogit, menggerakkan hati TB Silalahi untuk turut serta bertanggungjawab, bersama teman-teman masa kecilnya (Alumni SMA Soposurung) beliau mendirikan Yayasan Soposurung), berupa sebuah asrama yang menampung siswa/i lulusan SMP yang terpilih melalui seleksi yang ketat untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMA, setiap tahun 40 orang putra-putri terbaik bonapasogit (sejak 2008 menjadi 80 orang) digembleng mental dan karakternya disamping mengikuti pendidikan formal di sekolah (SMAN 2 Balige). Konsep ini dikenal dengan istilah SMA Plus yang kemudian ditetapkan oleh Presiden Soeharto sebagai sekolah percontohan di seluruh Indonesia. Pekerjaan tidak sia-sia, saat ini ratusan alumni sedang menempuh kuliah diberbagiai perguaruan tinggi terbaik di Indonesia. Juga ratusan alumni sudah bekerja diberbagai bidang pekerjaan, swasta maupun negeri. Dalam maupun luar negeri.

Daftar Riwayat Hidup

Militer

Akademi Militer Nasional (1958 – 1961)
Kupaltu Kav (setingkat Kursus Dan Ki), lulus terbaik (1965)
Kursus Guru Perang Nuklir Biologi dan Kimia, lulus terbaik (1966)
Suslapa Kav ( Kursus Dan Yon), lulus terbaik
Seskoad (1971-1972)
Defence Management Course, Monterey (USA) (1976)
Sesko ABRI, lulus terbaik (1977)
International Peace Keeping Training, Wina, Austria (1979)

Kepemimpinan Nasional

Lemhannas KRA XVI, lulus terbaik, Bintang Seroja/Garuda (1983)

Umum

Sarjana Muda Hukum Univ. Padjajaran, Bandung (1966 – 1969)
Executive Program, Stanford University USA, National University of Singapore (1992)
Sarjana Hukum STHM, Jakarta, Cum Laude (1996 - 1997)
Doctor HC, Gregorious ArenataUniversity, Manila dalam bidang

Riwayat Jabatan

Dan Yonkav 8/Kostrad (1972)
Camp Commandant UNEF/HQ, Cairo/Mesir (1974)
Dosen Seskoad (1975)
Kasdam VII/Diponegoro (1985)
Asrena Kasad (1986)
Sekjen Departemen Pertambangan dan Energi (1988)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993 – 1998)
Dosen Senior Lemhannas (2000 – sekarang)
Dosen Tamu SESKO ABRI, SESKOAD, SESKOAL, SESKOAU, SESPIM POLRI (2000-sekarang )
Komisaris Utama di berbagai perusahaan Nasional dan Internasional (1990 – sekarang )
Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung (1990 – sekarang)
Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia dan Yayasan Pengembangan #Pondok Pesantren Tradisional Indonesia di Bandung (2004 – sekarang)
Penasehat Khusus Presiden RI (2004 – 2006)
Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah (2006-sekarang)
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam (2006 – sekarang)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Kabinet Pembangunan VI [1993-1998]

Kabinet Pembangunan VI adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Soetrisno dengan masa bakti (1993-1998).

Susunan

Susunan Kabinet Pembangunan VI adalah sebagai berikut:

Menteri departemen

1 Menteri Dalam Negeri Yogie Suardi Memet
2 Menteri Luar Negeri Ali Alatas
3 Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima ABRI
Edi Sudrajat (menjabat Panglima ABRI sampai dengan 21 Mei 1993),
Feisal Tanjung (menjabat Panglima ABRI 21 Mei 1993 – 12 Februari 1998),
Wiranto (menjabat Panglima ABRI sejak 16 Februari 1998)

4 Menteri Kehakiman Oetojo Oesman
5 Menteri Penerangan
Harmoko (sampai dengan 6 Juni 1997),
R. Hartono (sejak 6 Juni 1997)

6 Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad
7 Menteri Perdagangan
(digabungkan dengan Menteri Perindustrian sejak 6 Desember 1995)
Satrio Budihardjo Joedono (sampai dengan 6 Desember 1995)
8 Menteri Perindustrian (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995) Tungki Ariwibowo
9 Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah
10 Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana
11 Menteri Kehutanan Djamaloedin Soeryohadikoesoemo
12 Menteri Pekerjaan Umum Radinal Mochtar
13 Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto
14 Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Joop Ave
15 Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Subiakto Tjakrawerdaya
16 Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief
17 Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Siswono Yudo Husodo
18 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro
19 Menteri Kesehatan Sujudi
20 Menteri Agama Tarmizi Taher
21 Menteri Sosial Endang Kusuma Inten Soeweno

Menteri negara

22 Menteri Negara Sekretaris Negara Moerdiono
23 Menteri Negara Sekretaris Kabinet Saadillah Mursjid
24 Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita
25 Menteri Negara Riset dan Teknologi/Ketua BPPT/Kepala BPIS Baharuddin Jusuf Habibie
26 Menteri Negara Urusan Pangan/Kepala Bulog
Ibrahim Hasan (menjabat Kepala Bulog sampai dengan 16 Februari 1995),
Beddu Amang (menjabat Kepala Bulog sejak 16 Februari 1995)

27 Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN Haryono Suyono
28 Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala BKPM Sanyoto Sastrowardoyo
29 Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Soni Harsono
30 Menteri Negara Perumahan Rakyat Akbar Tanjung
31 Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja
32 Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Mien Sugandhi
33 Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Hayono Isman
34 Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara T.B. Silalahi
35 Menteri Negara Urusan Khusus Harmoko (sejak 6 Juni 1997)

Menteri negara koordinator

36 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pengawasan Pembangunan Saleh Afiff
37 Menteri Negara Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan
(bernama Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi sejak 6 Desember 1995) Hartarto Sastrosoenarto
38 Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Soesilo Soedarman
39 Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Azwar Anas

Pejabat setingkat menteri

40 Jaksa Agung Singgih
41 Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono
(sampai dengan 11 Februari 1998),
Syahril Sabirin
(sejak 11 Februari 1998)

Catatan kaki dan referensi

-Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/M Tahun 1993

-Si Mbak Ngambek Si Bung Tergusur

-Pada masa ini, terjadi perubahan kebiasaan penyusunan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Soeharto, yang umumnya tidak memeberhentikan menterinya sampai masanya berakhir kecuali karena meninggal dunia. Namun pada kali ini,(1996) Presiden Soeharto melakukan perombakan menteri dan susunan departemennya. Perubahan ini terjadi pada Departemen Perdagangan (Depdag) dan Departemen Perindustrian yang dijadikan satu menjadi Departeman Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) dengan T. Ariwibowo sebagai Menteri sehingga Satrio Budihardjo Judono resmi berhenti dari jabatannya. Alasan resmi penggabungan ini dikemukakan oleh Menteri Sekertaris Negara Moerdiono, penggabungan dua departemen dilakukan karena sejak terbentuknya Kabinet Pembangunan VI, Maret 1993, telah banyak perubahan cukup penting, baik di dalam maupun di luar negeri. Perkembangan itu, antara lain, bergulirnya APEC dan AFTA, yang menuntut tiap negara makin siap menyongsong pasar bebas. Maka, dinilai perlu lebih meningkatkan koordinasi dan penyederhanaan kegiatan di kabinet. Penggabungan Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian ini tampaknya meniru pola yang sudah dilakukan Singapura, Malaysia, Jepang (Keidanren), dan Jerman.

-Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 388/M Tahun 1995

-Ketika Kabinet Perlu Ramping

-Karena terjadi penyatuan Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian menjadi Departemen Peridustrian dan Perdagangan maka jabatan Menteri Koordinator Industri dan Perdagangan, yang dipegang Hartarto, diubah menjadi Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi. Bidang yang ditanganinya hampir tidak berbeda, antara lain meliputi Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Tenaga Kerja, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

-Sjahril Sabirin Gubernur BI

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com